Rektor: Apa Kita Pakai Bintang di Langit untuk Logo UIN?


MAHASISWAACEH.com, BANDA ACEH - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, menanggapi berbagai kritikan yang disuarakan netizen dan beberapa pihak, terkait logo UIN Ar-Raniry hasil sayembara.

Salah satunya terkait anggapan bahwa logo yang didesain Fandy Diadline Widi Anugerah-- pemenang sayembara--disebut-sebut identik dengan bintang david atau simbol Yahudi.

Farid, yang diwawancarai Serambinews.com, Senin (17/10/2016), membantah hal itu. Menurut Farid, bintang yang menjadi frame (bingkai) logo karya Fandy, bukan bintang david atau bintang enam yang merupakan simbol Yahudi.

"Tapi itu bintang delapan, lambang Islam. Sekarang di mana-mana pakai bintang delapan, saya lihat di Masjid Istiqlal Jakarta, Arab Saudi, juga menggunakan bintang delapan. Di kampus kita juga ada, di pagar, ornamen, dan casing-casing," ujar Farid Wajdi.

Sementara di bagian dalam logo jelas Farid, itu adalah simbol atom, yang menurut perancang adalah representatif dari ilmu pengetahuan.

Farid merasa heran mengapa simbol bintang segi delapan itu dikatakan bintang enam. Bahkan Farid mengeluarkan pernyataan menggelitik di ujung wawancara dengan Serambinews.com.

"Kalau bintang delapan tidak diterima, jadi mana juga? apa yang berjuta-juta di langit itu kita gambar (pakai)?," pungkas Farid Wajdi sambil tersenyum. Maksud Farid adalah, jika bintang delapan tidak boleh, apa bintang di langit yang harus dipakai (didesain) untuk logo UIN Ar-Raniry.

Sebelumnya diberitakan, logo itu belum final dan belum diputuskan. Artinya, logo tersebut tidak langsung akan dipakai menjadi logo terbaru kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Logo itu menurut Farid, masih mungkin untuk dimodifikasi oleh perancang sesuai permintaan.

Sementara Fandy Diadline, seperti diberitakan Serambi Indonesia edisi 17 Oktober 2016, menjelaskan keterangan filosofi logo. Ia merincikan konsep dasar logo itu.

Fandy menyebutkan, desain logonya itu menggabungkan unsur ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan. Unsur pertama dari logo itu tulis Fandy, adalah lafaz Allah SWT melalui bintang segi delapan yang menjadi framing logo.

Sedangkan unsur ilmu pengetahuan, ia membubuhkan lambang atom di bagian dalam logo. Dalam proses penggabungan dua unsur itu, Fandy melakukan sedikit perubahan pada desain atom. (serambinews.com)